Kitab yang sudah lama dipakai di pesantren atau madrasah punya satu persoalan yang sama: jumlah salinannya terbatas, dan yang paling sering dipakai sudah lecek atau hilang. Fotokopi menambah jumlah tapi tidak membuatnya bisa dicari. Memindainya jadi PDF membuatnya tersimpan, tapi tetap tidak bisa dicari kata per kata — jadi ketika ada yang bertanya “di juz berapa pembahasan ini disebut?”, jawabannya tetap dicari dengan membuka halaman satu per satu.
Mengubah naskah itu jadi aplikasi menutup dua persoalan sekaligus: teksnya bisa dicari, dan salinannya tidak lagi terbatas jumlah fisik. Halaman ini menjelaskan apa saja yang dikerjakan di dalam pekerjaan seperti itu, berapa biayanya di pasar 2026, dan cara menghitung sendiri kebutuhan anggarannya — supaya Anda bisa mengajukan atau menyetujui anggaran tanpa menebak.
Satu aplikasi kitab itu isinya apa saja
Yang dikerjakan bukan “PDF dimasukkan ke aplikasi”. Ada empat lapisan yang berurutan, dan masing-masing bisa gagal sendiri:
| Lapisan | Yang dikerjakan | Kalau dilewati |
|---|---|---|
| Teks | Naskah diketik ulang atau dibaca dari hasil pemindaian, lalu dikoreksi | Teks tidak bisa dicari atau dikutip |
| Harakat & tanda waqaf | Ditempatkan mengikuti kaidah, diperiksa ulang per halaman | Salah baca, dan pembaca yang hafal akan langsung tahu |
| Susunan | Bab, pasal, penomoran, dan catatan pinggir dipetakan jadi struktur | Navigasi tidak ada; pembaca harus menggulir dari awal |
| Aplikasi | Teks itu dipasang ke aplikasi Android dan versi web | Hasilnya tetap hanya berkas, bukan alat yang bisa dipakai |
Lapisan pertama dan kedua yang paling banyak memakan waktu, bukan lapisan aplikasinya. Aplikasi adalah pekerjaan yang sudah bisa diselesaikan otomatis setelah teksnya rapi — sedangkan membaca naskah yang tinta pudar atau tulisan tangannya tidak konsisten tetap harus dikoreksi manusia huruf per huruf.
Kenapa biayanya tidak bisa seragam per kitab
Penawaran yang menyebut satu harga untuk semua kitab hampir pasti mengira-ngira. Yang menentukan biaya sebenarnya ada lima hal, dan semuanya bisa diukur sebelum pekerjaan mulai:
- Jumlah halaman. Ini pengali utama. Kitab 100 halaman dan 400 halaman jelas berbeda.
- Mutu sumber. Cetakan bersih paling murah. Hasil scan miring, tinta pudar, atau naskah tulisan tangan paling mahal karena tiap baris harus dipastikan.
- Kepadatan teks. Halaman bernaskah padat dengan catatan pinggir di kiri-kanan lebih lama dikerjakan daripada halaman berteks lapang.
- Tingkat keluaran yang diminta. Teks berharakat saja; ditambah terjemahan; atau sekalian jadi aplikasi Android dan web. Tiap tingkat menambah pekerjaan yang berbeda jenis, bukan sekadar lebih lama.
- Ada tidaknya campuran bahasa. Naskah Arab yang menyatu dengan penjelasan Jawa atau Melayu butuh pembacaan konteks, bukan cuma pengenalan huruf.
Kisaran biaya pasar Indonesia 2026
Angka berikut adalah kisaran yang berlaku di pasar jasa Indonesia untuk pekerjaan tahun 2026. Sebutkan sebagai rentang, karena harga akhir ditentukan lima hal di atas — bukan angka tetap.
| Jenis pekerjaan | Satuan | Kisaran pasar 2026 |
|---|---|---|
| Ketik ulang Arab berharakat (naskah cetak bersih) | per halaman | Rp5.000 – Rp12.000 |
| Ketik ulang Arab berharakat (scan sulit / tulisan tangan) | per halaman | Rp12.000 – Rp20.000 |
| Terjemahan Indonesia dari teks Arab | per halaman | Rp25.000 – Rp60.000 |
| Konversi teks jadi aplikasi Android + web | per paket | Rp2.500.000 – Rp7.500.000 |
Kalau memakai tabel ini untuk menyusun anggaran, kalikan saja: kitab 300 halaman cetak bersih, berharakat saja, tanpa terjemahan jatuh di kisaran Rp1,5–3,6 juta untuk pekerjaan teksnya. Kalau sekalian diminta jadi aplikasi, tambahkan paket konversinya.
Untuk pekerjaan yang sifatnya sekali jalan, paketnya biasanya disusun begini:
- Paket konversi naskah — Rp750.000. Untuk naskah pendek: teks ditata, harakat ditempatkan, hasil diserahkan dalam format dokumen siap pakai.
- Paket digitalisasi + terjemah — Rp2.500.000. Untuk naskah satu kitab utuh: teks berharakat, struktur bab dipetakan, dan terjemahan Indonesia.
- Paket aplikasi lengkap — Rp5.000.000. Hasil akhir berupa aplikasi Android dan versi web yang bisa dipasang di banyak perangkat, lengkap dengan pencarian teks.
Rincian dan cara pemesanan paket-paket itu ada di halaman Jasa Olah Naskah.
Cara menakar biaya sebelum memesan
Ada satu kebiasaan yang membuat penawaran jadi jauh lebih cepat dan akurat: kirim 2–3 halaman contoh dari bagian yang paling sulit, bukan dari halaman pertama yang biasanya bersih.
Dari contoh itu bisa dijawab empat hal sekaligus tanpa menunggu seluruh naskah diperiksa:
- Tingkat kesulitan naskah (menentukan harga per halaman).
- Perkiraan lama pengerjaan.
- Apakah bagian sulitnya sedikit atau banyak — ini yang paling sering membuat perkiraan awal meleset.
- Susunan paket yang paling pas: cukup teks, teks + terjemah, atau sekalian jadi aplikasi.
Kalau ada halaman yang rusak, sobek, atau tulisannya berbeda dari bagian lain, sebutkan sekalian. Mengetahui itu di awal membuat perkiraan biaya bertahan, bukan berubah di tengah jalan.
Uji kelayakan sebelum memutuskan: tiga pertanyaan
Sebelum menyetujui biaya apa pun, jawab tiga hal ini:
- Apakah naskahnya akan dipakai untuk mencari teks, atau hanya untuk arsip? Kalau hanya arsip, pemindaian biasa sudah cukup — tidak perlu bayar pekerjaan ketik ulang.
- Apakah sudah ada salinan digital yang bisa dipakai? Penerbit kadang sudah punya berkas teksnya. Kalau ada, pekerjaan bisa lebih murah karena lapisan pertama sudah selesai.
- Siapa yang akan memeriksa hasil akhirnya? Pekerjaan seperti ini sebaiknya tidak ditutup tanpa pembaca yang memeriksa. Sediakan waktu untuk satu orang membaca ulang, karena koreksi setelah selesai selalu lebih mahal daripada koreksi saat berjalan.
Bagian yang tidak berubah dari teknologi apa pun
Perangkat lunak pengubah tulisan jadi huruf otomatis (OCR) untuk Arab sudah berkembang, tetapi belum bisa dipercaya untuk naskah lama. Pada teks cetak standar hasilnya cukup baik; pada tinta pudar, kertas miring, atau tulisan tangan, koreksinya tetap harus manusia. Karena itu, memilih “AI saja” untuk menghemat biaya berisiko justru membayar dua kali: sekali untuk pemrosesan otomatis, sekali lagi untuk membetulkannya.
Yang benar-benar memangkas biaya bukan menghindari manusia, tetapi menyerahkan naskah yang fotonya jelas. Foto tegak, pencahayaan rata, tidak ada jari menutup huruf — pekerjaan ketiknya bisa lebih cepat, dan harganya ikut lebih rendah.
Mulai dari Paket Konversi Naskah
Nominal: Rp750.000
Kirim bukti pembayaran ke [email protected] (atau [email protected]) supaya pesanan langsung diproses. Untuk pembeli dari Indonesia, Kreavo atau transfer bank lebih hemat biaya. Untuk pembeli dari luar negeri, PayPal paling mudah.
Naskah yang Anda kirimkan hanya dipakai untuk mengerjakan pesanan Anda, dan hasil akhirnya menjadi milik Anda sepenuhnya. Kalau mau membicarakan kebutuhan naskah Anda lebih dulu, hubungi kami lewat halaman Kontak — atau lihat rincian paket dan contoh pekerjaan ketik ulang naskah Arab berharakat.