Setiap akhir semester, pertanyaan yang paling banyak muncul di grup operator sekolah bukan soal kurikulum, tapi soal satu hal teknis: nilai sudah diinput, tapi statusnya belum terkirim ke Dapodik. Penyebabnya hampir selalu berulang — referensi pembelajaran belum cocok dengan Dapodik, atau urutan sinkronisasinya dibalik.
Artikel ini membahas dasar hukum penilaian yang sekarang berlaku, lalu alur teknis e-Rapor dari pemasangan sampai nilai rapor benar-benar masuk Dapodik.
Dasar hukum yang berubah sejak Januari 2026
Banyak sekolah masih memakai checklist penilaian yang disusun di atas Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022. Peraturan itu sudah tidak berlaku.
Yang sekarang menjadi rujukan adalah Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
| Butir | Keterangan |
|---|---|
| Ditandatangani | 2 Januari 2026, Jakarta |
| Diundangkan / berlaku | 5 Januari 2026 |
| Sumber | Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2026 Nomor 1; 9 halaman |
| Jumlah halaman | 9 halaman |
| Status | Berlaku |
| Mencabut | Permendikbudristek 16/2022 dan Permendiknas 3/2008 |
Dua hal yang perlu digarisbawahi dari pencabutan itu:
- Permendiknas No. 3 Tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C juga dicabut — bukan hanya 16/2022. Banyak pemberitaan hanya menyebut satu peraturan.
- Tidak ada masa transisi. Pasal 21 menyatakan peraturan berlaku pada tanggal diundangkan, sehingga sejak 5 Januari 2026 seluruh satuan pendidikan sudah bekerja di bawah dasar hukum baru.
Konsekuensi praktisnya sederhana: kalau dokumen perencanaan pembelajaran di sekolah Anda masih memakai rumus “fleksibel, jelas, dan sederhana” yang khas 16/2022, dokumen itu sedang mengacu aturan yang sudah tidak ada.
Tiga komponen standar proses, dan penilaian yang berubah arah
Standar proses menurut peraturan ini terdiri atas tiga komponen utama:
- Perencanaan pembelajaran — dokumen rencana minimal memuat tujuan pembelajaran, langkah atau pengalaman belajar, dan teknik penilaian yang sesuai tujuan tersebut.
- Pelaksanaan pembelajaran — memuat praktik pedagogis berbasis pengalaman, kemitraan pembelajaran antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, lingkungan belajar yang aman dan inklusif, serta pemanfaatan teknologi digital maupun non-digital.
- Penilaian proses pembelajaran.
Komponen ketiga inilah yang paling berbeda dari peraturan sebelumnya. Penilaian tidak lagi hanya diarahkan kepada murid, tetapi juga mencakup proses mengajar pendidik:
- Pendidik melakukan refleksi diri minimal satu kali setiap semester.
- Pendidik dinilai oleh sesama pendidik untuk menumbuhkan budaya kolaborasi.
- Pendidik menerima supervisi akademik dan umpan balik dari kepala sekolah.
- Murid diberi ruang menilai proses pembelajaran melalui survei, refleksi, atau diskusi.
Pergeseran ini penting bagi wali kelas dan guru mata pelajaran karena rapor bukan lagi satu-satunya keluaran penilaian. Bukti refleksi diri dan hasil supervisi menjadi bagian dari administrasi yang dinilai dalam pengelolaan kinerja.
Peran pengguna dalam e-Rapor (dan siapa yang bisa mengisi apa)
Aplikasi e-Rapor memisahkan tugas menurut peran. Kesalahan paling umum di awal semester adalah operator mengisi nilai atas nama guru — itu tidak akan bisa, karena hak aksesnya memang dipisah.
| Peran | Tugas utama |
|---|---|
| Operator Dapodik | Menyiapkan data induk, memastikan pembelajaran dan mata pelajaran sudah benar di Dapodik |
| Administrator | Setting web service, ambil data Dapodik, kelola referensi, aktifkan/tutup input nilai, kirim nilai ke Dapodik |
| Guru mata pelajaran / guru kelas | Input tujuan pembelajaran, input nilai rapor, input nilai kokurikuler, input nilai ekstrakurikuler (khusus pembina) |
| Wali kelas | Update data siswa, rekap kehadiran per semester, deskripsi sikap, kenaikan kelas, cetak leger dan rapor, transkrip nilai ijazah |
Satu hal yang sering menimbulkan kebingungan: proses input nilai tidak dapat dilakukan oleh operator maupun administrator, harus dilakukan sendiri oleh guru mata pelajaran. Aplikasi memang dirancang begitu. Operator hanya bisa menyiapkan referensi dan memantau status penilaian lewat menu “Cek Status Penilaian”.
Alur teknis dari nol sampai nilai terkirim
Urutan ini berlaku umum untuk e-Rapor jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB versi 2025, walaupun tata letak menunya berbeda antar jenjang.
1. Pasang aplikasi dan siapkan server sekolah
Syarat perangkat yang disarankan untuk e-Rapor SMA Versi 2025: Windows 10/11 64-bit dengan ruang kosong minimal 20 GB. Aplikasi dipasang di komputer server sekolah, lalu diakses guru lewat jaringan lokal atau alamat yang disediakan operator.
Proses instalasi normalnya berlangsung sekitar 5–10 menit.
2. Atur web service Dapodik
Ini langkah yang paling sering terlewat dan paling sering menyebabkan seluruh pekerjaan berikutnya gagal. Sebelum e-Rapor bisa mengambil data, web service Dapodik harus ditambahkan dan diaktifkan lebih dulu. Kalau tes koneksi belum lolos di tahap ini, tarik data tidak akan pernah berhasil.
3. Ambil data Dapodik secara bertahap
Jangan menekan “ambil semua data” sebelum dua langkah kecil di bawah ini selesai:
- Tes koneksi
- Ambil semester
- Baru ambil semua data
Melewati urutan itu membuat referensi semester kosong, sehingga nilai yang diinput kemudian tidak punya tempat menempel.
4. Selesaikan tahapan tugas admin
Sebelum guru mulai menginput, administrator harus merapikan referensi: data sekolah dan kepala sekolah, data guru, mata pelajaran, pembelajaran, mapping mata pelajaran dan tampilan rapor, logo sekolah, tanda tangan, dan tanggal rapor. Referensi yang belum rapi akan tampak sebagai kolom kosong atau mapel yang tidak muncul saat guru membuka halaman input.
5. Input nilai oleh guru
Guru membuka mata pelajaran yang diampu, mengisi tujuan pembelajaran, lalu mengisi nilai. Pengisian bisa dilakukan manual atau lewat import dari format Excel yang sudah disiapkan aplikasi — pilihan kedua jauh lebih cepat untuk kelas besar.
6. Kirim nilai ke Dapodik dan pastikan benar-benar terkirim
Ini tahap yang paling menuntut kesabaran. Setelah nilai lengkap, administrator mengirim nilai ke Dapodik. Yang perlu diperiksa: pada versi-versi terbaru sudah tersedia fitur cek nilai rapor yang terkirim ke Dapodik dan indikator progres pengiriman.
Artinya, “sudah ditekan kirim” bukan bukti. Buktinya adalah status nilai yang dinyatakan terkirim pada menu pengecekan.
7. Backup
Sebelum periode input ditutup dan sesudah nilai terkirim, lakukan backup data e-Rapor. Aplikasi menyediakan menu backup dan restore. Backup ini yang menyelamatkan sekolah kalau server harus dipasang ulang, karena seluruh riwayat nilai per semester ada di dalamnya.
Yang berubah pada versi 2025.1
Direktorat SMA merilis e-Rapor SMA Versi 2025.1 pada 1 Mei 2026, dan Direktorat SMK merilis pembaharuan e-Rapor SMK Versi 2025.1. Beberapa perubahan yang paling terasa bagi operator:
- Pengiriman nilai ke Dapodik diperbaiki dengan indikator progres dan notifikasi status.
- Muncul fitur cek nilai rapor yang terkirim ke Dapodik.
- Ditambahkan pengiriman nilai UKK (untuk SMK) dan nilai Transkrip Nilai Ijazah ke Dapodik.
- Ada fasilitas perbaikan nilai tidak normal dan perbaikan nilai satu semester sebelumnya.
- Untuk SMK: fitur Tambah Guru Lokal, Ubah Guru Mengajar, Ubah Wali Kelas, import data pelengkap siswa secara masal lewat Excel, serta fitur Buat dan Cetak Surat Keterangan Lulus (SKL).
- Versi baru sudah disesuaikan penuh dengan Dapodik versi 2025 dan mendukung pelaporan untuk SNBP 2026 melalui PDSS.
Bagi pengguna versi lama, urutan migrasinya berbeda menurut posisi awal: pengguna baru atau pengguna versi 7 cukup memasang installer lalu mengambil data dari awal; pengguna versi 2025 harus backup dulu semua semester sebelum memasang updater. Aturan yang tidak boleh dilanggar saat migrasi: jangan melakukan tarik data sebelum restore selesai, karena data lama bisa tertimpa.
Kokurikuler dan profil lulusan: apa yang berubah di rapor
Sejak tahun ajaran 2025/2026 ganjil, pengelolaan nilai rapor bergeser mengikuti kebijakan kurikulum terbaru:
- Pada kelas dengan Kurikulum Merdeka, kokurikuler menggantikan posisi projek P5 pada format rapor.
- Pada kelas dengan Kurikulum 2013, muncul fitur nilai Profil Lulusan dan deskripsi sikap yang mengacu Profil Lulusan.
- Aplikasi menyediakan menu khusus untuk cetak rapor dengan format terbaru sesuai Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA).
Karena penamaan menu berbeda antara sekolah yang masih Kurikulum 2013 dan yang sudah Kurikulum Merdeka, jangan menyimpulkan aplikasi rusak ketika menu yang dicari tidak muncul. Periksa dulu kurikulum kelas tersebut.
Empat penyebab nilai gagal terkirim ke Dapodik
Dari urutan alur di atas, empat hal ini menutup sebagian besar kasus:
- Web service Dapodik belum diatur ulang setelah upgrade aplikasi. Upgrade sering menghapus konfigurasi lama.
- Referensi pembelajaran berbeda dengan Dapodik. Nilai menempel pada pembelajaran, bukan pada nama mata pelajaran saja. Kalau pembelajaran di e-Rapor tidak cocok dengan yang ada di Dapodik, pengiriman gagal walau nilai sudah lengkap.
- Kelas atau murid dengan status mutasi. Murid yang pindah di tengah semester perlu penyesuaian khusus sebelum nilainya bisa dikirim.
- Input nilai belum tuntas di seluruh mapel. Pengiriman nilai biasanya menunggu seluruh penilaian satu kelas selesai; satu mapel yang kosong sudah cukup menahan proses.
Yang sebaiknya dilakukan sebelum semester ditutup
Tiga pekerjaan ini jauh lebih murah dikerjakan sekarang daripada saat tenggat:
- Uji kirim nilai satu kelas lebih awal, bukan pada hari terakhir. Kalau ada masalah referensi, masih ada waktu memperbaiki.
- Simpan backup bertanggal setiap kali selesai satu tahap besar, dan simpan di dua tempat berbeda (server sekolah dan penyimpanan luar).
- Cocokkan daftar mapel di e-Rapor dengan Dapodik sebelum guru mulai menginput, agar tidak ada guru yang bekerja di atas pembelajaran yang salah.
Bagi sekolah yang ingin administrasi rapor dan dokumen pendukungnya berjalan lebih cepat, kami menyediakan berkas kerja yang bisa langsung dipakai.
Template Administrasi Rapor & Penilaian 2026
Nominal: Rp25.000
Kirim bukti pembayaran ke [email protected] supaya pesanan langsung diproses. Untuk pembeli dari Indonesia, Kreavo atau transfer bank lebih hemat biaya. Untuk pembeli dari luar negeri, PayPal paling mudah.
Artikel terkait yang bisa membantu:
- Rencana Kerja Sekolah 2026: Bedanya RKJM, RKT, dan RKAS — karena anggaran pengadaan/dukungan aplikasi rapor masuk di RKAS.
- Supervisi Akademik Kepala Sekolah 2026: Instrumen dan Tindak Lanjut — penilaian proses pembelajaran menuntut bukti supervisi per semester.
- Diklat Guru 2026: Cara Memilih Pelatihan yang Angka Kreditnya Diakui — refleksi diri dan pengembangan kompetensi masuk penilaian kinerja.