Anda punya naskah Arab di tangan — mungkin kitab tulisan tangan warisan, hasil salinan zaman dulu, atau dokumen scan yang hurufnya tidak bisa disalin sama sekali. Yang jelas: teksnya tidak bisa di-copy-paste, dan perangkat lunak pengubah tulisan jadi huruf otomatis (OCR) untuk tulisan tangan Arab masih sering salah. Menyalinnya manual satu halaman demi satu halaman memakan waktu berhari-hari.

Halaman ini menjelaskan bagaimana pekerjaan itu biasanya dikerjakan, apa yang dinilai, dan berapa kisaran biayanya di pasar Indonesia 2026 — supaya Anda bisa memutuskan sendiri sebelum menyerahkan naskah.

Kenapa naskah Arab tidak bisa ditangani seperti dokumen biasa

Dokumen biasa (KTP, sertifikat, surat) cukup dipindai dan disimpan. Naskah Arab beda karena ada beberapa lapisan yang tidak bisa dipercayakan penuh ke mesin:

  • Tulisan tangan tidak terbaca otomatis. OCR Arab untuk teks cetak standar sudah lumayan, tetapi untuk tulisan tangan — apalagi tinta pudar atau kertas usang — hasilnya harus dikoreksi manusia huruf per huruf.
  • Harakat bukan sekadar hiasan. Salah menaruh fathah, sukun, atau syaddah bisa mengubah bacaan dan makna. Ini yang paling sering hilang pada pekerjaan murah yang hanya “mengetik cepat”.
  • Ada tanda waqaf dan aturan tambahan. Berhenti di mana saat membaca bukan urusan gaya — ada tandanya sendiri, dan itu harus ikut dipindahkan.
  • Naskah sering bercampur bahasa. Banyak naskah Arab menyatu dengan penjelasan Jawa, Melayu, atau Arab pegon. Menyalinnya butuh memahami konteks, bukan cuma mengenali huruf.

Karena itu, kalau Anda menerima penawaran “difoto lalu dijadikan PDF, Rp2.000 per halaman”, yang Anda beli sebenarnya hanya foto hasil pemindaian — bukan teks yang bisa dicari, dikutip, atau diterjemahkan.

Apa saja yang diperiksa manusia

Pekerjaan yang benar bukan “mengetik lalu selesai”. Ada beberapa titik pemeriksaan:

  1. Koreksi bacaan. Setiap baris yang sulit dibaca ditandai, lalu dibandingkan dengan konteks kalimat sekitarnya sebelum ditetapkan.
  2. Penempatan harakat. Ditulis bertahap, kemudian diperiksa ulang pada akhir tiap halaman.
  3. Tanda waqaf dan tanda baca. Dipindahkan mengikuti naskah aslinya, tidak dikira-kira.
  4. Penomoran halaman dan catatan pinggir. Naskah lama sering punya catatan di margin; ini ikut dicatat supaya tidak hilang.
  5. Uji baca akhir. Hasil dibaca ulang sekali lagi sebelum dianggap selesai.

Ini juga alasan mengapa harga per halaman naik menurut tingkat kesulitan, bukan menurut jumlah halaman.

Kisaran harga pasar 2026

Angka berikut adalah patokan pasar Indonesia 2026, bukan tarif resmi. Pakai sebagai titik awal menyusun anggaran.

Tahap pekerjaanSatuanKisaran 2026Catatan
Pemindaian/pemotretan rapiper halamanRp500–1.500Paling murah kalau naskah sudah di tangan
Ketik ulang teks Arab tanpa harakatper halamanRp5.000–10.000Naskah cetak yang sudah jelas
Ketik ulang tulisan tangan + harakatper halamanRp10.000–25.000Naik kalau tulisan sulit dibaca
Pemberian harakat pada teks yang sudah adaper halamanRp3.000–8.000Berbeda dari mengetik; hanya menambah tanda
Terjemah Indonesiaper halamanRp15.000–40.000Tergantung kerumitan istilah
Konversi jadi aplikasi Android siap pasangper paketMulai Rp750.000Termasuk pencarian, terjemahan, harakat

Contoh hitung. Anda punya satu naskah tulisan tangan 150 halaman dan ingin hasilnya berharakat saja (tanpa terjemah):

150 halaman × Rp15.000 = Rp2.250.000

Kalau naskahnya sudah punya teks (misalnya file Word tanpa harakat) dan hanya perlu diberi harakat:

150 halaman × Rp5.000 = Rp750.000

Selisihnya besar, jadi sebutkan keadaan naskah Anda sejak awal — itu yang paling menentukan biaya.

Naskah seperti apa yang paling murah dan paling mahal

  • Paling murah: naskah cetak yang masih terbaca jelas. Teksnya bisa dibaca sebagian otomatis, lalu dikoreksi manusia dengan cepat.
  • Menengah: tulisan tangan rapi. Masih bisa dikoreksi manusia dalam waktu wajar.
  • Paling mahal: tulisan tangan padat, tinta pudar, atau kertas sudah rusak. Butuh ketelitian tinggi dan pembacaan berulang.

Kalau ragu naskah Anda masuk kategori mana, kirim saja 2–3 halaman contoh — dari situ bisa diperkirakan tingkat kesulitannya tanpa harus menyerahkan seluruh naskah.

Yang perlu Anda siapkan sebelum menyerahkan naskah

  • Foto atau scan yang tegak dan jelas. Tidak perlu sempurna; yang penting hurufnya terbaca. Pemotretan pakai HP sudah cukup asal pencahayaan rata.
  • Sebutkan tingkat yang diinginkan: hanya teks berharakat, ditambah terjemah, atau sekalian jadi aplikasi.
  • Sebutkan kalau ada bagian yang Anda tidak yakin (halaman rusak, tulisan berbeda, catatan pinggir). Lebih baik ditandai daripada ditebak.
  • Sebutkan tenggat waktu kalau naskahnya punya jadwal (misalnya akan dicetak untuk kegiatan tertentu).

Hasil akhirnya menjadi milik Anda sepenuhnya. Naskah yang Anda kirimkan tidak dipublikasikan dan tidak dipakai untuk apa pun selain mengerjakan pesanan Anda.

Kenapa mengerjakan ini ke orang yang memang biasa menangani naskah

Bagian tersulit bukan mengetik cepat, tetapi membaca naskah yang tidak jelas. Di situlah pengalaman lapangan menentukan: orang yang biasa menangani kitab kuning, naskah pesantren, dan dokumen Arab lama akan lebih cepat mengenali bentuk huruf, istilah, dan gaya penulisan yang berulang. Hasilnya bukan hanya lebih cepat, tetapi lebih sedikit salah baca.

Kalau mau langsung dikerjakan

Kirim 2–3 halaman contoh naskah Anda, dan sebutkan hasil yang diinginkan (berharakat saja, ditambah terjemah, atau sekalian jadi aplikasi). Dari contoh itu akan diberikan perkiraan biaya dan waktu pengerjaan — tanpa biaya dan tanpa kewajiban lanjut.

Mulai dari Paket Konversi Naskah

Nominal: Rp750.000

Kirim bukti pembayaran ke [email protected] (atau [email protected]) supaya pesanan langsung diproses. Untuk pembeli dari Indonesia, Kreavo atau transfer bank lebih hemat biaya. Untuk pembeli dari luar negeri, PayPal paling mudah.

Punya pertanyaan sebelum mengirim naskah? Hubungi kami lewat halaman kontak — kami balas. Rincian paket lengkap ada di halaman Jasa Olah Naskah.