Tahun ini ada nama baru dalam daftar asesmen yang harus diurus sekolah: Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kalau Bapak/Ibu guru kelas 12 atau operator sekolah merasa “kok ada tes lagi?”, itu wajar — TKA memang baru berjalan dan aturannya masih sering ditanyakan di grup-grup guru.

Kabar baiknya, jadwal pelaksanaan untuk jenjang SMA/MA/SMK sudah resmi dipublikasikan, dan rentang waktunya masih panjang. Artikel ini merangkum apa itu TKA, siapa yang ikut, mata pelajaran apa saja yang diujikan, sampai langkah teknis yang bisa sekolah siapkan mulai minggu ini tanpa harus menunggu mendekati hari H.

Apa Itu TKA dan Kenapa Bukan Pengganti Ujian Sekolah

TKA adalah asesmen standar nasional yang mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu sesuai kurikulum yang berlaku. Tiga hal yang paling sering salah dipahami:

  • TKA tidak menentukan kelulusan. Kelulusan tetap sepenuhnya kewenangan guru dan satuan pendidikan lewat penilaian sekolah.
  • TKA bersifat tidak wajib. Tidak ada paksaan bagi murid untuk ikut.
  • TKA tidak menggantikan SNBP maupun SNBT. Fungsinya justru sebagai validator nilai rapor pada jalur SNBP, dan sebagai salah satu pertimbangan seleksi mandiri PTN/PTS sesuai kebijakan masing-masing kampus.

Jadi posisinya jelas: TKA adalah pelengkap, bukan pengganti. Untuk sekolah, ini artinya beban administratifnya nyata, tetapi tidak perlu dibarengi kepanikan murid. Menyampaikan tiga poin di atas kepada orang tua di awal jauh lebih menenangkan daripada menjelaskannya saat rapat menjelang ujian.

Siapa yang Ikut TKA di Jenjang SMA/MA/SMK

Peserta TKA jenjang atas mencakup:

  • Murid SMA/MA/sederajat kelas 12
  • Murid SMK/MAK kelas 12
  • Murid SMK/MAK kelas 13 untuk program 4 tahun
  • Termasuk murid jalur nonformal (Paket C), sehingga hasil belajar jalur kesetaraan bisa diakui setara

Murid berkebutuhan khusus juga diperbolehkan ikut, kecuali yang memiliki hambatan intelektual. Sementara murid yang belum lulus masih punya kesempatan mengikuti TKA lagi tahun berikutnya selama statusnya masih terdaftar sebagai murid. Karena kesempatan TKA hanya diberikan satu kali di akhir jenjang, ini penting disampaikan: murid yang “belum siap” dan memutuskan menunda harus tahu bahwa tahun depan ia tetap harus berada dalam status terdaftar di satuan pendidikan.

Jadwal Resmi TKA Jenjang SMA/MA/SMK 2026

Ini tanggal-tanggal yang wajib ditempel di papan pengumuman sekolah — bukan diingat-ingat saja:

  • Pendaftaran: 27 Juli – 27 September 2026
  • Simulasi: 21 – 27 September 2026
  • Gladi bersih: 5 – 18 Oktober 2026
  • Pelaksanaan utama: 26 Oktober – 8 November 2026
  • Pelaksanaan susulan: 16 – 29 November 2026
  • Pengumuman hasil: 23 Desember 2026

Perhatikan bahwa pendaftaran dan simulasi jatuh di bulan yang sama, dan tanggal ditutupnya pendaftaran sangat dekat dengan akhir September. Kalau ada murid yang baru menyatakan minat ikut TKA saat simulasinya sudah berjalan, sekolah masih punya ruang, tetapi waktunya tipis. Lebih aman menuntaskan pendaftaran lebih dulu, baru menjadwalkan simulasi.

Sebagai perbandingan, TKA jenjang SD/MI dan SMP/MTs tahun ini sudah selesai lebih dulu (pelaksanaan April 2026, pengumuman hasil 26 Mei 2026). Jadi sekolah jenjang atas sebenarnya punya contoh alur yang bisa ditanyakan langsung ke SD atau SMP di sekitar, terutama soal pengaturan sesi dan ruang.

Mata Pelajaran yang Diujikan

Untuk jenjang SMA/MA/Paket C/SMK/MAK, komposisi mata pelajaran TKA adalah:

Wajib untuk semua peserta:

  • Bahasa Indonesia
  • Matematika
  • Bahasa Inggris

Ditambah 2 mata pelajaran pilihan dari daftar berikut: Matematika Tingkat Lanjut, Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut, Bahasa Inggris Tingkat Lanjut, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Sejarah, Antropologi, PPKN/Pendidikan Pancasila, Bahasa Arab, Bahasa Jerman, Bahasa Prancis, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, Bahasa Mandarin, serta Projek/Produk Kreatif dan Kewirausahaan.

Ada satu alur yang tidak boleh dilewatkan oleh murid yang mengejar SNBP:

  1. Tentukan program studi yang diminati.
  2. Cek mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan program studi tersebut mengacu pada Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025.
  3. Jika program studi yang dipilih hanya mencantumkan 1 mata pelajaran, murid mengambil mata pelajaran itu lalu menambah 1 mata pelajaran lain dari daftar 19 mata pelajaran pilihan.

Inilah titik yang paling rawan menimbulkan salah pilih. Praktisnya, satu mata pelajaran pilihan yang salah bisa membuat murid kehilangan manfaat TKA untuk jurusan incarannya. Sebaiknya guru BK memverifikasi pilihan setiap murid secara satu per satu, bukan sekadar mengedarkan formulir untuk diisi sendiri.

Kisi-Kisi Resmi: Belajar Terarah, Bukan Kebut Semalam

Pusmendik sudah menerbitkan kisi-kisi resmi TKA untuk mata pelajaran utama, dan isinya memberi gambaran jelas tentang karakter soal:

  • Matematika mengukur lima kompetensi: pengetahuan, representasi, penalaran, koneksi, dan pemecahan masalah. Muatannya dari bilangan, aljabar, geometri, data dan peluang, hingga trigonometri. Soal tidak sekadar berhitung, tetapi menuntut pemahaman konsep dan penerapan di situasi nyata.
  • Bahasa Indonesia berfokus pada pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, serta evaluasi dan apresiasi. Yang dinilai adalah kemampuan menafsirkan kosakata dalam konteks, menganalisis struktur kalimat majemuk, dan memahami teks secara utuh. Kebiasaan membaca teks panjang menjadi penentu besar.
  • Bahasa Inggris mengukur level A2 sampai B1 CEFR, dengan teks naratif, deskriptif, hingga prosedural. Yang diuji adalah pemahaman teks otentik, bukan hafalan kosakata atau pola tata bahasa.

Implikasi untuk pembelajaran di kelas cukup konkret: TKA menuntut latihan membaca panjang dan soal penalaran, bukan latihan soal pilihan ganda pendek sebanyak-banyaknya. Guru bisa menggeser porsi latihan: alih-alih memberi 50 soal hafalan, beri 5 teks panjang dengan pertanyaan bertingkat. Pendekatan ini sejalan dengan yang digaungkan Kemendikdasmen sebagai Sistem Belajar Nyicil — konsisten sedikit demi sedikit, bukan sistem kebut semalam.

Langkah Teknis Persiapan untuk Sekolah dan Guru

Karena TKA dilaksanakan berbasis komputer secara nasional, bagian teknis sering jadi sumber kerepotan di lapangan. Urutan kerja yang aman:

  1. Pastikan status akun dan data murid bersih. TKA memanfaatkan ekosistem akun belajar.id. Akun guru maupun murid yang belum aktif, atau data murid yang tidak sinkron dengan Dapodik, sebaiknya dirapikan jauh sebelum masa gladi bersih.
  2. Tentukan murid peserta dan kunci pilihan mata pelajaran. Buat daftar nama, kelas, dan dua mapel pilihan dalam satu spreadsheet. Verifikasi khusus pilihan murid yang mengejar SNBP.
  3. Cek kesiapan perangkat. Hitung jumlah komputer/laptop layak pakai, pastikan browser terbaru, dan pastikan tidak ada perangkat yang bergantung pada satu colokan listrik yang sama.
  4. Uji koneksi internet pada jam sibuk. Jangan hanya diuji pagi hari saat jaringan kosong. Uji pada jam 10.00–11.00 ketika administrasi dan kelas lain sedang beraktivitas.
  5. Ikuti simulasi, lalu gladi bersih, dengan serius. Jangan memperlakukan simulasi sebagai formalitas. Simulasi 21–27 September dan gladi bersih 5–18 Oktober adalah dua kesempatan gratis untuk menemukan masalah sebelum hari H.
  6. Atur ruang, gelombang, dan sesi. Pembagian ruang, gelombang, dan sesi dilakukan oleh satuan pendidikan yang berstatus mandiri atau yang menjadi tempat menumpang, lalu diverifikasi dinas provinsi/kabupaten. Koordinasikan lebih awal agar tidak ada dua sekolah yang memesan jadwal bentrok.
  7. Siapkan murid yang menumpang. Jika sekolah belum dapat melaksanakan TKA, murid dapat mengikuti di sekolah lain setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan atau Kanwil/Kemenag. Ini perlu surat dan koordinasi resmi, bukan kesepakatan lisan.
  8. Susun daftar hadir, kartu peserta, dan SOP pengawasan. Peserta wajib masuk ruang 15 menit sebelum tes, membawa kartu peserta dan identitas diri, mengisi daftar hadir, lalu menerima kode soal dari pengawas.

Poin terakhir itu perlu digarisbawahi. Kode soal diberikan pengawas di ruang ujian — jadi pastikan pengawas memahami prosedurnya, bukan hanya murid. Kalau pengawas bingung di lima menit pertama, seluruh sesi bisa tertunda.

Hal Administratif yang Sering Terlewat

Beberapa hal kecil yang sering baru diurus di hari pelaksanaan:

  • Biaya. TKA diselenggarakan tanpa pungutan biaya; seluruh proses dibiayai negara atau pemerintah daerah. Pastikan informasi ini jelas ke orang tua agar tidak ada oknum yang menawarkan “jalan pintas berbayar”.
  • Sertifikat. Setelah mengikuti TKA, murid memperoleh Sertifikat Hasil TKA (SHTKA). Ada portal verifikasi publik SHTKA untuk memeriksa keasliannya. Informasikan di grup kelas bahwa sertifikat ini perlu disimpan baik-baik, karena dipakai untuk keperluan seleksi.
  • Pelaporan. Pedoman penyelenggaraan TKA diatur dalam Kepmendikdasmen Nomor 95/M/2025. Jika ada dugaan kecurangan, pungli, soal bocor, atau pelanggaran lain, pelaporan disampaikan lebih dulu ke Dinas Pendidikan setempat, dan juga bisa melalui Posko Pengaduan Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen.

Tips Praktis untuk Guru Kelas 12

Kalau Bapak/Ibu hanya punya waktu terbatas, empat hal ini paling berdampak:

  • Jadikan kisi-kisi resmi sebagai silabus latihan. Susun soal latihan berdasarkan kompetensi yang diukur, bukan berdasarkan kumpulan soal yang beredar tanpa sumber jelas.
  • Latih literasi teks panjang setiap minggu. Sepuluh sampai lima belas menit latihan membaca teks utuh lalu menjawab pertanyaan penalaran jauh lebih berguna daripada menambah daftar hafalan.
  • Data administrasi dirapikan bulan ini, bukan bulan depan. Semua kendala akun, Dapodik, dan perangkat hampir selalu muncul di minggu gladi bersih, saat waktu sudah sempit.
  • Komunikasikan fungsi TKA ke orang tua secara jujur. TKA bukan penentu kelulusan, tidak wajib, dan tidak menggantikan SNBP/SNBT. Menjelaskan ini lebih dulu mencegah panik dan biaya bimbel yang tidak perlu.

Penutup

Inti persiapan TKA SMA/SMK 2026 sebenarnya sederhana: rapikan data lebih awal, pahami kisi-kisi, dan perlakukan simulasi serta gladi bersih sebagai latihan sungguhan. Kalau tiga itu dijalankan, bagian teknis di hari H biasanya berjalan lancar dan guru hanya tinggal mendampingi.

Untuk sekolah dan madrasah, momen ini juga kesempatan membenahi hal yang sebenarnya sudah lama perlu: data murid yang bersih, perangkat komputer yang terawat, dan latihan literasi yang konsisten. Semua itu tetap berguna lama setelah TKA selesai.

Informasi resmi dan pembaruan berkala seputar TKA bisa dipantau melalui Pusat Informasi Kemendikdasmen serta kanal Ruang Murid. Karena jadwal dan ketentuan teknis bisa diperbarui, biasakan mengecek sumber resmi sebelum mengambil keputusan, terutama saat mendekati tanggal pelaksanaan.