Setiap tahun banyak sekolah mengirim murid ke lomba, tetapi hanya sebagian yang hasilnya berlanjut: juara di tingkat kabupaten, lalu berhenti karena tidak ada yang mengurus berkas, tidak ada anggaran pembinaan, dan tidak ada catatan prestasi yang tersimpan rapi. Akibatnya, saat murid kelas IX atau XII mau memakai jalur prestasi untuk masuk sekolah lanjutan, sertifikatnya justru sulit ditemukan.
Artikel ini menyusun urutan kerja yang benar: memahami ajang apa saja yang tersedia, menghitung kebutuhan pembinaan, menyiapkan berkas lomba, sampai menempatkan biayanya di Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dengan dasar aturan yang tepat.
Ajang talenta Puspresnas 2026 dan angka nyatanya
Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Sekretariat Jenderal Kemendikdasmen, menyelenggarakan rangkaian lomba murid tingkat nasional. Yang paling dikenal tentu Olimpiade Sains Nasional (OSN), tetapi ada beberapa ajang lain yang bisa diikuti sekolah sesuai bakat murid.
Angka pendaftar OSN 2026 melonjak tajam. Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyebut peserta OSN 2026 dari seluruh jenjang naik 17 persen, dari 806.285 murid (2025) menjadi 941.692 murid (2026). Kenaikan terbesar terjadi di jenjang SD: dari 344.807 menjadi 418.918 murid, atau naik 21 persen.
Bidang yang dilombakan:
| Jenjang | Bidang OSN 2026 |
|---|---|
| SD/MI/sederajat | IPA, IPS, Matematika (3 bidang) |
| SMP/MTs/sederajat | IPA, IPS, Matematika (3 bidang) |
| SMA/MA/SMK/sederajat | Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, Geografi (9 bidang) + Eksibisi AI |
Yang perlu dicatat sekolah: cabang AI untuk jenjang SMA pada 2026 masih berstatus eksibisi. Ia tidak melewati seleksi berjenjang kabupaten-provinsi seperti sembilan bidang lain, melainkan diseleksi terpusat menuju tingkat nasional. Jadi jangan memasukkan AI sebagai target pembinaan rutin sebelum panduannya resmi disosialisasikan Kemendikdasmen.
Jadwal OSN 2026 yang harus masuk kalender sekolah
Kesalahan paling sering: sekolah baru bergerak setelah pengumuman OSN-K keluar. Padahal pendaftaran sudah ditutup berbulan-bulan sebelumnya. Lini masa berikut harus dipasang sejak awal tahun ajaran.
| Tahap | SD | SMP | SMA |
|---|---|---|---|
| OSN-K (kabupaten/kota) | 8 Juni 2026 | 11 Juni 2026 | 18–19 Juni 2026 |
| OSN-P (provinsi) | 6 Juli 2026 | 9 Juli 2026 | 27–29 Juli 2026 |
| OSN Nasional | 25–31 Agustus 2026 | 25–31 Agustus 2026 | 14–20 September 2026 |
Ketentuan kuota yang membatasi jumlah kiriman murid:
- OSN-K: maksimal 5 murid per cabang ajang per sekolah.
- OSN-P: maksimal 5 murid per cabang ajang per kabupaten/kota.
- Final nasional jenjang dikdas (SD/SMP): kuota 115 murid per cabang ajang.
- Final nasional SMA berlangsung luring di Universitas Muhammadiyah Malang pada 14–20 September 2026.
Karena kuota per sekolah hanya lima murid, pembinaan tidak bisa dilakukan dadakan. Sekolah perlu menyiapkan lebih banyak calon sejak semester ganjil, lalu memilih lima terbaik sebelum pendaftaran dibuka.
Ajang selain OSN yang layak diketahui siswa dan guru
Puspresnas tidak hanya mengurus OSN. Untuk jenjang dikmen (SMA/SMK/MA), ajang lain yang berjalan pada 2026 antara lain:
- Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen — lomba keterampilan vokasi.
- Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) — penelitian ilmiah, jenjang SMP dan SMA.
- Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) — kewirausahaan murid.
- Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) — olahraga.
- Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan Lomba Debat Indonesia (LDI) — seni dan debat.
- Olimpiade Sains Nasional (OSN) — sains.
Yang jarang diketahui guru: hadiah LKS Dikmen 2026 berisi uang pembinaan yang cukup besar. Berdasarkan Keputusan Kepala Puspresnas Nomor 187 Tahun 2026 (ditetapkan 31 Juli 2026):
| Juara | Penghargaan |
|---|---|
| Juara 1 | Medali emas, e-sertifikat, uang pembinaan Rp5.000.000 |
| Juara 2 | Medali perak, e-sertifikat, uang pembinaan Rp4.000.000 |
| Juara 3 | Medali perunggu, e-sertifikat, uang pembinaan Rp3.000.000 |
Total cabang LKS Dikmen 2026 mencapai puluhan bidang, mulai dari Teknik Pemasangan Batu Bata (bricklaying), Lanskap dan Pertamanan, Nautika Kapal Niaga, Pemasaran Digital, Pelayanan Restoran, Boga (cooking), Teknologi Desain Grafis, sampai Seni Gim Tiga Dimensi. Artinya SMK yang punya jurusan tersebut punya peluang besar untuk mengirim wakil.
Kenapa pencatatan prestasi harus rapi sejak dini
Ada satu dokumen yang membuat prestasi murid jadi bernilai uang dan peluang: bukti prestasi yang bisa dipakai untuk jalur prestasi penerimaan murid baru.
SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) diatur dalam Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025, yang menggantikan Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2021 tentang PPDB. Ada empat jalur: domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Untuk jenjang SMA, kuota jalur prestasi ditetapkan minimal 30 persen, sedangkan SMP minimal 25 persen.
Artinya, sebagian besar kursi SMA negeri memang disediakan untuk murid berprestasi. Tetapi kuota itu hanya berguna kalau berkasnya lengkap. Dalam praktik di lapangan, penyelenggara SPMB biasanya meminta Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) Sertifikat Prestasi, yang memuat:
- identitas murid: nama, NIS, NISN, akreditasi sekolah, nama orang tua/wali, alamat sesuai Kartu Keluarga;
- daftar maksimal 5 sertifikat/piagam prestasi akademik maupun non-akademik;
- kolom penyelenggara, tingkat/level, tahun, perorangan/beregu, dan nomor sertifikat;
- tanda tangan kepala sekolah bermaterai/tanda stempel.
Beberapa penyelenggara SPMB juga memberi batas usia dokumen, misalnya sertifikat diterbitkan paling singkat 3 bulan dan paling lama 3 tahun sebelum tanggal pendaftaran. Sertifikat lomba yang dicapai saat murid kelas VII tidak bisa dipakai kalau ia sudah kelas XII.
Konsekuensinya jelas: sekolah sebaiknya menyimpan salinan digital setiap piagam begitu diterima, bukan menunggu murid minta menjelang kelulusan. Buku catatan prestasi sederhana di spreadsheet jauh lebih berguna daripada tumpukan piagam di lemari.
Berapa biaya pembinaan, dan dari mana diambil
Ini bagian yang paling sering membuat sekolah menahan diri: “tidak ada anggaran untuk lomba”. Padahal sumbernya jelas.
Dana BOS Reguler dapat digunakan untuk komponen penyelenggaraan kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026. Pembinaan prestasi murid masuk di wilayah ekstrakurikuler dan kegiatan pengembangan bakat — sama seperti pembinaan olahraga, seni, atau kelompok ilmiah remaja.
Batas persentase yang wajib dipatuhi (dihitung dari total pagu dana BOS satu tahun, bukan dari sisa dana):
| Komponen | Batas |
|---|---|
| Pembelian buku | Minimal 10 persen (PAUD 5 persen) |
| Pemeliharaan sarana prasarana | Maksimal 20 persen |
| Honor guru/tenaga kependidikan (negeri) | Maksimal 20 persen |
| Honor guru/tenaga kependidikan (swasta) | Maksimal 40 persen |
Untuk sekolah negeri, honor pembina lomba biasanya masuk pos yang sama dengan honor guru, sehingga harus dihitung hati-hati supaya tidak melewati 20 persen. Sekolah swasta punya ruang lebih lega (40 persen) karena tidak menerima gaji dari APBD.
Pos-pos yang lazim dibebankan untuk pembinaan prestasi:
- Honor pembina (guru pembimbing) — dihitung per pertemuan atau per bulan.
- Transport dan akomodasi saat lomba ke luar kota.
- Konsumsi selama pembinaan intensif dan saat lomba.
- Alat dan bahan latihan — dari buku soal, kit praktikum, sampai bahan praktek keterampilan.
- Biaya pendaftaran lomba yang berbayar (sebagian ajang Puspresnas gratis, ajang lain bisa berbayar).
- Cetak berkas — fotokopi kartu peserta, fotokopi sertifikat, penggandaan dokumen pendaftaran.
Cara paling aman menyusunnya: buat rencana kegiatan pembinaan satu tahun yang memuat daftar ajang yang akan diikuti, jumlah murid, jumlah pertemuan, dan perkiraan biaya per ajang. Rencana ini dilampirkan ke RKAS, sehingga ketika waktunya lomba, dananya sudah tersedia dan tidak perlu “mencuri” dari pos lain.
Urutan kerja sekolah mengurus lomba (checklist)
Ini urutan yang bisa langsung dipakai koordinator kesiswaan:
- Petakan ajang — cek
pusatprestasinasional.kemendikdasmen.go.iddan laman ajang talenta per jenjang untuk melihat pendaftaran yang masih dibuka. Ajang SMA/SMK biasanya punya tanggal pendaftaran berbeda-beda. - Daftarkan akun/murid lebih awal — banyak ajang memakai platform pendaftaran terpusat, dan seleksi tahap pertama (seperti FIKSI) bahkan digelar sebelum pendaftaran umum ditutup.
- Bentuk tim pembina — satu pembina per bidang. Untuk OSN, guru mata pelajaran terkait; untuk LKS, guru kejuruan.
- Buat kalender pembinaan — minimal 8–12 pertemuan sebelum tahap kabupaten/kota. OSN-K SMA jatuh 18–19 Juni, jadi pembinaan sebaiknya mulai Februari–Maret.
- Siapkan berkas peserta — kartu pelajar, surat tugas murid, surat izin orang tua, dan berkas administrasi kontingen bila lolos ke nasional.
- Arsipkan setiap hasil — simpan e-sertifikat dan salinan piagam langsung ke folder digital per murid, lengkap dengan penyelenggara, tingkat, tahun, dan nomor sertifikat.
- Rekap di akhir tahun — masukkan jumlah prestasi ke data sekolah, karena capaian ini juga dipakai sebagai bahan refleksi mutu dalam perencanaan sekolah tahun berikutnya.
Kesalahan yang paling sering terjadi
Pertama, tidak memisahkan “murid berpotensi” dari “murid yang sudah dipilih”. Karena kuota per sekolah hanya lima murid per cabang, sekolah dengan 30 murid berpotensi tetap hanya boleh mengirim lima. Tanpa seleksi internal, yang dikirim sering bukan yang terbaik.
Kedua, menganggap eksibisi AI sama dengan sembilan cabang OSN lainnya. Padahal mekanismenya berbeda: diseleksi terpusat ke nasional, dan panduannya baru disosialisasikan pertengahan tahun.
Ketiga, lupa bahwa sertifikat yang dipakai untuk SPMB punya batas waktu dan jumlah maksimal. Lima sertifikat terbaru dan yang paling relevan jauh lebih kuat daripada tumpukan piagam tanpa urutan.
Keempat, tidak menempatkan pembinaan di RKAS sejak awal. Akibatnya, saat murid lolos ke tingkat provinsi dan butuh transport, sekolah bingung mencari dana mendadak.
Yang membedakan sekolah yang rutin menjuarai lomba
Dari pola sekolah yang konsisten mengirim juara, ada tiga kebiasaan yang menonjol: pembinaan berjalan sepanjang tahun (bukan musiman menjelang lomba), arsip prestasi murid digital dan lengkap, dan pos anggaran pembinaan sudah ada di RKAS sejak awal. Ketiganya bisa dimulai tanpa biaya besar — yang dibutuhkan terutama konsistensi pencatatan dan kesediaan menghitung kebutuhan sebelum lomba datang.
Bagi sekolah atau madrasah yang ingin menata administrasi prestasi muridnya, kami menyusun template administrasi siap pakai yang bisa diunduh gratis sebagai titik awal.
Siap Mulai? Bayar di Sini
Nominal: Rp25.000
Kirim bukti pembayaran ke [email protected] supaya pesanan langsung diproses. Untuk pembeli dari Indonesia, Kreavo atau transfer bank lebih hemat biaya. Untuk pembeli dari luar negeri, PayPal paling mudah.